inityas

Menyanyi berdua

Dalam inspiration di 9 Oktober 2010 pada 11:58 PM

Bismillahirohmaanirrohiiim… (a li’l bit georgia, after so long time not writing hihii)

Menghabiskan beberapa malam bersama teman hidupku, menyanyikan lagu-lagu yang menggugah semangat berdua. Indah sekali….Setelah melalui hari-hari yang lumayan dahsyat, melantunkan beberapa lagu sangat pas buat membunuh rasa kangen, menghilangkan penat, dan menambah semangat…

Bicara tentang lagu, bagus juga ya kalo yg dipilih lagunya yg liriknya menggugah semangat.

Jadi boleh kali yaa dipilih lagu-lagu populer tapi yg positif gitu… Jadi dobel manfaat insya Allah, hepi iya, semangat juga hehehe… (kaga mau rugi dong bo’)

Semoga beberapa kutipan ini bisa jadi penyemangat lagi, buat kami, dan semuanya…

“Set up high I’m strong enough, to take these dreams, and make them mine” (Creed – Higher)

“Make a wish, take a chance, make a change, and breakaway… (Kelly Clarkson-breakaway)

“Each day I live I want to be A day to give The best of me (Whitney Houston – one moment in time)

“There can be miracle, when you believe.. (so pasti Whitney & Mariyah )

“You raise me up to more than I can be… (yang ini special buat teman hidup & anak2ku dan every body support me,teman,sodara,tetangga, everybody… maturnuwun…)

Dan lagu penutupnya adalah… lagunya Padi, sedikit nostalgia masa-masa kuliah dan kerja praktik, hehe… hopefully positif juga untuk yg ini ;)

—————————————————
Kulayangkan pandangku .. Melalui kaca jendela

Dari tempatku bersandar, seiring lantun kereta

Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah

Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

Kualunkan rinduku .. selepas aku kembali pulang

Tak akan kulepaskan dekapku ..

karena kutahu pasti aku merindukanmu

Seumur hidupku selama-lamanya

——————————————-

Mendengar itu Sehat

Dalam inspiration di 10 April 2010 pada 10:19 PM

Sering ya kita baca atau dengar bahwa Tertawa itu sehat? Sering banget kan? Gak heran di televisi semakin hari semakin banyak saja acara-acara yang berbau lawakan. Mungkin saja semakin hari semakin banyak orang-orang dipadati dengan banyak beban… sehingga tertawa menjadi sarana yang bagus untuk melepaskan (baca: melupakan sejenak) beban mereka.

Setuju, tertawa itu sehat. Secara kedokteran mungkin bisa dijelaskan berapa banyak syaraf wajah yang tergerak dengan kita tertawa. Masih ada lagi teman… Selain tertawa, ada lagi hal yang membuat kita juga sehat. Mau tahu? Let me tell you ya friend… semoga bermanfaat ^_^

Beberapa hari yang lalu aku mengalami pengalaman baru. Bertemu dengan beberapa orang temanku demi SATU tujuan. Yup, cuma satu saja, yaitu mendengar. Tanpa persiapan dan rencana yang panjang, aku berangkat. Bismillahirohmaanirrohiim… YaRobbi, mudahkan hamba belajar hari ini. Dan satu demi satu kujumpai teman-temanku.

Alhamdulillah mereka semua menyambut dengan senang hati kedatanganku. Ada yang sedikit shock, ada juga yang biasa-biasa saja. Setiap cerita bergulir dengan alami. Setiap orang punya cerita mereka sendiri. Subhanalloh… kita memang diciptakan unik sebagai pribadi, baik dari sifat maupun apa saja yang Allah ujikan kepada kita. Waktu berlalu tanpa kusadari, dan aku tetap mendengar. Mendengar, mendengar.

Kalau boleh jujur, di keluargaku akulah yang disebut paling RAME. Sering jadi center of attention. Dan begitulah aku, senang sekali didengar, diperhatikan. Mungkin dari setiap obrolan dengan teman atau keluarga, lebih dari 60 persen aku yang mendominasi. Kupikir itu adalah hal yang baik. Dan ternyata aku keliru.

Saat aku berpidato mungkin tanpa aku sadari ada teman yang menghela nafas panjang berharap aku berhenti. Mungkin juga ada yang terbunuh haknya untuk mengemukakan pendapat, saking omonganku yang begitu panjang sepanjang kereta api. This is a crime, dont you think? Bagaimana kita tahu apa isi hati orang lain, jika hanya melulu berbicara tanpa mendengarkan? Dan bagaimana kita bisa menawarkan solusi tanpa kita tahu apa masalah yang dihadapi orang lain?

Kembali ke pengalamanku tadi. Mendengar ternyata butuh perjuangan. Beberapa kali aku harus sekuat tenaga menahan diri. Beberapa kali aku menggigit bibir untuk bisa tetap pada posisiku semula – posisi mendengar. Dan beberapa kali pula aku harus menjerit dalam hati untuk tetap fokus, menatap lawan bicaraku. Seem so simple, but not that easy.

Setiap menitnya memerlukan perjuangan. Perjuangan yang menghasilkan. Perjuangan yang menyenangkan. Karena pada saat giliran aku berbicara, aku menjadi TAHU PERSIS, apa yang perlu aku bicarakan. Apa yang bisa menjadi solusi bagi teman-temanku tersayang. Tanpa harus menjadi sombong berada di awang-awang dengan aku menjadi topik utamanya. Semua menjadi pas. Tidak terlalu asin. tidak terlalu manis. Pas sesuai kebutuhan.

Dan yang terindah adalah ketika kita bisa menemukan solusi (bahkan mungkin menjadi solusinya, semoga) untuk siapapun yang kita ajak bicara. Kita menjadi lebih berarti, lebih bermakna.Dan rasanya lebih dahsyat ketimbang hanya menjadi topik utama.

Aku menjadi sadar, bahwa terlalu banyak berbicara tidak menjadikan kita orang yang paling baik. Tapi mendengar dengan ketulusan (ini perlu latihan guys, terutama buat aku :P ) adalah lebih baik, karena kita membuat mereka yang menumpahkan uneg-unegnya menjadi lega. Kelegaan yang bisa juga membuahkan senyum, tawa, dan ketenangan hati. Dan bukankah jika hati kita tenang, maka kita menjadi lebih sehat?

Indah sekali, mendengar dengan hati.

Selamat mencoba dan bersiaplah merasakan berjuta manfaatnya ^_^

(tower, 10 April 2010, sambil “menurunkan” mie ayam makan malamku ^_^)

— sedikit bahan referensi –

Asmaul Husna — salah satu sifat Allah adalah Maha Mendengar (As Sami’)

The Magic of Thinking Big –> orang yang sukses lebih banyak mendengar daripada berbicara

dan banyak inspirasi kisah sukses dari orang2 terdekatku dari perbuatan “mendengar” ^_^

Cerita untuk ibu

Dalam Cerita saja di 7 November 2009 pada 10:53 PM

Ibu… Hari Selasa yang lalu, aku mengajar bu. Sesuatu yang sudah begitu lama tidak aku lakukan. Mungkin yang terakhir sebelum itu adalah ketika aku hamil Lintang, mengajar gratis pemrograman ke teman-teman teknisi. iya bu, gratispun rasanya aku mau. Karena dari mengajar, seolah aku menemukan diriku. Aku jadi ingat bu, dulu ibu juga seorang guru. Sepertinya dari ibu aku mendapatkan keinginan untuk mengajar.

Aku mengajar di sekolah tinggi Bu… muridnya bapak-bapak yang ditugaskan belajar pendidikan D4. Kurang lebih seumuran mbak ninik lah… Gak kebayang lho bu, bagaikan masuk sarang penyamun. Lha wong laki-laki semua je. Seru juga sih… Pengalaman pertama ngajar di sini. Sebenarnya ini tugas Kadivku bu. Beliau berbaik hati memberikan kesempatan kepada kami yang masih muda untuk mengajar. Dan dengan begitu mau ga mau aku jadi buka-buka buku, nanya ke sana kemari.. Maklum, dosen dadakan… Kan malu Bu, kalo ga siap di depan mahasiswa, halah… Dan kabar baiknya adalah, kata pak kadiv caraku mengajar cukup oke.. Kecapnya nomor satu (kasian ya murid-muridku, podo kapusan kabeh :P )

Dan malam ini aku dinas sendirian di tower Bu.. Lagi-lagi kita sama ya.. Tidak banyak teknisi wanita yang dinas malam. Kita sebagian kecil yang termasuk ya Bu,hehehe… “Gak popo de, ndhisik ibu yo mlebu bengi. Sing penting dijogo kesehatane…” Iya bu,jangan khawatir. Tadi aku sudah minum sari kurma, makan mie ayam, nasi goreng,dan dopping teh tarik panas untuk mengalahkan dinginnya tower bandara.
Aku jadi teringat lagi, dulu hobi banget nemenin ibu dinas malam. Sambil berlagak memakai headphone, berpura-pura menjadi ibu. Ibu begitu tekun menerima komplain, memberikan informasi, dan sesekali memberiku bonus dengan memutar nomor telpon teman-temanku. hehe… lucu sekali.
Dan sekarang giliran lintang yang ketagihan nganterin bundanya kerja. bukan untuk belajar jadi operator telkom bu, tapi untuk mengamati pesawat datang dan pergi, kejar-kejaran sama kucing penunggu kantin, sampai memetik setiap jenis bunga yang tumbuh di taman tower. Cepat sekali waktu berlalu ya Bu…

Hmm… dan besok sudah hari Minggu lagi. Hari “kencan” kita biasanya ya Bu… Dan besok, aku ada acara arisan di rumah. tenang bu.. segalanya sudah siap insya Allah. Aku ga masak kok bu, pesen semua… Belum pede masak dan yang jelas mboten sempet…hihihi… sudah dulu ya bu, aku mau kembali bekerja. Ada sistem yang menunggu di cek, dan ada modul yang harus kulengkapi. Tapi ndak usah khawatir ibu, doaku untuk ibu selalu…

Aku sayang ibu…Cup cup cup mmmuaahhh!!!!

(titip ibu ya Karim… sampaikan betapa aku begitu menyayanginya..)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.