inityas

Mendengar itu Sehat

Dalam inspiration di 10 April 2010 pada 10:19 PM

Sering ya kita baca atau dengar bahwa Tertawa itu sehat? Sering banget kan? Gak heran di televisi semakin hari semakin banyak saja acara-acara yang berbau lawakan. Mungkin saja semakin hari semakin banyak orang-orang dipadati dengan banyak beban… sehingga tertawa menjadi sarana yang bagus untuk melepaskan (baca: melupakan sejenak) beban mereka.

Setuju, tertawa itu sehat. Secara kedokteran mungkin bisa dijelaskan berapa banyak syaraf wajah yang tergerak dengan kita tertawa. Masih ada lagi teman… Selain tertawa, ada lagi hal yang membuat kita juga sehat. Mau tahu? Let me tell you ya friend… semoga bermanfaat ^_^

Beberapa hari yang lalu aku mengalami pengalaman baru. Bertemu dengan beberapa orang temanku demi SATU tujuan. Yup, cuma satu saja, yaitu mendengar. Tanpa persiapan dan rencana yang panjang, aku berangkat. Bismillahirohmaanirrohiim… YaRobbi, mudahkan hamba belajar hari ini. Dan satu demi satu kujumpai teman-temanku.

Alhamdulillah mereka semua menyambut dengan senang hati kedatanganku. Ada yang sedikit shock, ada juga yang biasa-biasa saja. Setiap cerita bergulir dengan alami. Setiap orang punya cerita mereka sendiri. Subhanalloh… kita memang diciptakan unik sebagai pribadi, baik dari sifat maupun apa saja yang Allah ujikan kepada kita. Waktu berlalu tanpa kusadari, dan aku tetap mendengar. Mendengar, mendengar.

Kalau boleh jujur, di keluargaku akulah yang disebut paling RAME. Sering jadi center of attention. Dan begitulah aku, senang sekali didengar, diperhatikan. Mungkin dari setiap obrolan dengan teman atau keluarga, lebih dari 60 persen aku yang mendominasi. Kupikir itu adalah hal yang baik. Dan ternyata aku keliru.

Saat aku berpidato mungkin tanpa aku sadari ada teman yang menghela nafas panjang berharap aku berhenti. Mungkin juga ada yang terbunuh haknya untuk mengemukakan pendapat, saking omonganku yang begitu panjang sepanjang kereta api. This is a crime, dont you think? Bagaimana kita tahu apa isi hati orang lain, jika hanya melulu berbicara tanpa mendengarkan? Dan bagaimana kita bisa menawarkan solusi tanpa kita tahu apa masalah yang dihadapi orang lain?

Kembali ke pengalamanku tadi. Mendengar ternyata butuh perjuangan. Beberapa kali aku harus sekuat tenaga menahan diri. Beberapa kali aku menggigit bibir untuk bisa tetap pada posisiku semula – posisi mendengar. Dan beberapa kali pula aku harus menjerit dalam hati untuk tetap fokus, menatap lawan bicaraku. Seem so simple, but not that easy.

Setiap menitnya memerlukan perjuangan. Perjuangan yang menghasilkan. Perjuangan yang menyenangkan. Karena pada saat giliran aku berbicara, aku menjadi TAHU PERSIS, apa yang perlu aku bicarakan. Apa yang bisa menjadi solusi bagi teman-temanku tersayang. Tanpa harus menjadi sombong berada di awang-awang dengan aku menjadi topik utamanya. Semua menjadi pas. Tidak terlalu asin. tidak terlalu manis. Pas sesuai kebutuhan.

Dan yang terindah adalah ketika kita bisa menemukan solusi (bahkan mungkin menjadi solusinya, semoga) untuk siapapun yang kita ajak bicara. Kita menjadi lebih berarti, lebih bermakna.Dan rasanya lebih dahsyat ketimbang hanya menjadi topik utama.

Aku menjadi sadar, bahwa terlalu banyak berbicara tidak menjadikan kita orang yang paling baik. Tapi mendengar dengan ketulusan (ini perlu latihan guys, terutama buat aku :P ) adalah lebih baik, karena kita membuat mereka yang menumpahkan uneg-unegnya menjadi lega. Kelegaan yang bisa juga membuahkan senyum, tawa, dan ketenangan hati. Dan bukankah jika hati kita tenang, maka kita menjadi lebih sehat?

Indah sekali, mendengar dengan hati.

Selamat mencoba dan bersiaplah merasakan berjuta manfaatnya ^_^

(tower, 10 April 2010, sambil “menurunkan” mie ayam makan malamku ^_^)

— sedikit bahan referensi –

Asmaul Husna — salah satu sifat Allah adalah Maha Mendengar (As Sami’)

The Magic of Thinking Big –> orang yang sukses lebih banyak mendengar daripada berbicara

dan banyak inspirasi kisah sukses dari orang2 terdekatku dari perbuatan “mendengar” ^_^

  1. Mendengar itu juga hal yang sulit bagiku, karena aku sangat suka berbicara. kalua ada ornag ngomong maunya motong pembicaraan, terima kasih tulisannya tentang berlatih mendengar, semoga aku bisa jadi pendengar yang baik. Jendelakatatiti.wordpress.com

    • Iya mbak… belajar mendengar berarti belajar bersabar. Insya Allah kesabaran yang maniiiiisssss sekali buahnya. Amien.. Mari kita belajar bersama mbak Titi ^_^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.