<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>menumpahkan isi hati dan kepala via tulisan, asyiknya...</title>
	<atom:link href="http://inityas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inityas.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Oct 2010 16:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='inityas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/8f4a699515718e46ff6fa89f1cc9d009?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>menumpahkan isi hati dan kepala via tulisan, asyiknya...</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://inityas.wordpress.com/osd.xml" title="menumpahkan isi hati dan kepala via tulisan, asyiknya..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://inityas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyanyi berdua</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2010/10/09/menyanyi-berdua/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2010/10/09/menyanyi-berdua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 16:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirohmaanirrohiiim&#8230; (a li&#8217;l bit georgia, after so long time not writing hihii) Menghabiskan beberapa malam bersama teman hidupku, menyanyikan lagu-lagu yang menggugah semangat berdua. Indah sekali&#8230;.Setelah melalui hari-hari yang lumayan dahsyat, melantunkan beberapa lagu sangat pas buat membunuh rasa kangen, menghilangkan penat, dan menambah semangat&#8230; Bicara tentang lagu, bagus juga ya kalo yg dipilih lagunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=55&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirohmaanirrohiiim&#8230; (a li&#8217;l bit georgia, after so long time not writing hihii)</p>
<p>Menghabiskan beberapa malam bersama teman hidupku, menyanyikan lagu-lagu yang menggugah semangat berdua. Indah sekali&#8230;.Setelah melalui hari-hari yang lumayan dahsyat, melantunkan beberapa lagu sangat pas buat membunuh rasa kangen, menghilangkan penat, dan menambah semangat&#8230;</p>
<p>Bicara tentang lagu, bagus juga ya kalo yg dipilih lagunya yg liriknya menggugah semangat.</p>
<p>Jadi boleh kali yaa dipilih lagu-lagu populer tapi yg positif gitu&#8230; Jadi dobel manfaat insya Allah, hepi iya, semangat juga hehehe&#8230; (kaga mau rugi dong bo&#8217;)</p>
<p>Semoga beberapa kutipan ini bisa jadi penyemangat lagi, buat kami, dan semuanya&#8230;</p>
<p>&#8220;Set up high I&#8217;m strong enough, to take these dreams, and make them mine&#8221; (Creed &#8211; Higher)</p>
<p>&#8220;Make a wish, take a chance, make a change, and breakaway&#8230; (Kelly Clarkson-breakaway)</p>
<p>&#8220;Each day I live I want to be A day to give The best of me (Whitney Houston &#8211; one moment in time)</p>
<p>&#8220;There can be miracle, when you believe.. (so pasti Whitney &amp; Mariyah )</p>
<p>&#8220;You raise me up to more than I can be&#8230; (yang ini special buat teman hidup &amp; anak2ku dan every body support me,teman,sodara,tetangga, everybody&#8230; maturnuwun&#8230;)</p>
<p>Dan lagu penutupnya adalah&#8230; lagunya Padi, sedikit nostalgia masa-masa kuliah dan kerja praktik, hehe&#8230; hopefully positif juga untuk yg ini <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Kulayangkan pandangku .. Melalui kaca jendela</p>
<p>Dari tempatku bersandar, seiring lantun kereta</p>
<p>Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah</p>
<p>Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna</p>
<p>Kualunkan rinduku .. selepas aku kembali pulang</p>
<p>Tak akan kulepaskan dekapku ..</p>
<p>karena kutahu pasti aku merindukanmu</p>
<p>Seumur hidupku selama-lamanya</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=55&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2010/10/09/menyanyi-berdua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendengar itu Sehat</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2010/04/10/mendengar-itu-sehat/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2010/04/10/mendengar-itu-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 15:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[As Sami']]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[latihan]]></category>
		<category><![CDATA[Mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kali aku harus sekuat tenaga menahan diri. Beberapa kali aku menggigit bibir untuk bisa tetap pada posisiku semula - posisi mendengar. Dan beberapa kali pula aku harus menjerit dalam hati untuk tetap fokus, menatap lawan bicaraku. Seem so simple, but not that easy.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=51&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering ya kita baca atau dengar bahwa Tertawa itu sehat? Sering banget kan? Gak heran di televisi semakin hari semakin banyak saja acara-acara yang berbau lawakan. Mungkin saja semakin hari semakin banyak orang-orang dipadati dengan banyak beban&#8230; sehingga tertawa menjadi sarana yang bagus untuk melepaskan (baca: melupakan sejenak) beban mereka.</p>
<p>Setuju, tertawa itu sehat. Secara kedokteran mungkin bisa dijelaskan berapa banyak syaraf wajah yang tergerak dengan kita tertawa. Masih ada lagi teman&#8230; Selain tertawa, ada lagi hal yang membuat kita juga sehat. Mau tahu? Let me tell you ya friend&#8230; semoga bermanfaat ^_^</p>
<p>Beberapa hari yang lalu aku mengalami pengalaman baru. Bertemu dengan beberapa orang temanku demi SATU tujuan. Yup, cuma satu saja, yaitu mendengar. Tanpa persiapan dan rencana yang panjang, aku berangkat. Bismillahirohmaanirrohiim&#8230; YaRobbi, mudahkan hamba belajar hari ini. Dan satu demi satu kujumpai teman-temanku.</p>
<p>Alhamdulillah mereka semua menyambut dengan senang hati kedatanganku. Ada yang sedikit shock, ada juga yang biasa-biasa saja. Setiap cerita bergulir dengan alami. Setiap orang punya cerita mereka sendiri. Subhanalloh&#8230; kita memang diciptakan unik sebagai pribadi, baik dari sifat maupun apa saja yang Allah ujikan kepada kita. Waktu berlalu tanpa kusadari, dan aku tetap mendengar. Mendengar, mendengar.</p>
<p>Kalau boleh jujur, di keluargaku akulah yang disebut paling RAME. Sering jadi center of attention. Dan begitulah aku, senang sekali didengar, diperhatikan. Mungkin dari setiap obrolan dengan teman atau keluarga, lebih dari 60 persen aku yang mendominasi. Kupikir itu adalah hal yang baik. Dan ternyata aku keliru.</p>
<p>Saat aku berpidato mungkin tanpa aku sadari ada teman yang menghela nafas panjang berharap aku berhenti. Mungkin juga ada yang terbunuh haknya untuk mengemukakan pendapat, saking omonganku yang begitu panjang sepanjang kereta api. This is a crime, dont you think? Bagaimana kita tahu apa isi hati orang lain, jika hanya melulu berbicara tanpa mendengarkan? Dan bagaimana kita bisa menawarkan solusi tanpa kita tahu apa masalah yang dihadapi orang lain?</p>
<p>Kembali ke pengalamanku tadi. Mendengar ternyata butuh perjuangan. Beberapa kali aku harus sekuat tenaga menahan diri. Beberapa kali aku menggigit bibir untuk bisa tetap pada posisiku semula &#8211; posisi mendengar. Dan beberapa kali pula aku harus menjerit dalam hati untuk tetap fokus, menatap lawan bicaraku. Seem so simple, but not that easy.</p>
<p>Setiap menitnya memerlukan perjuangan. Perjuangan yang menghasilkan. Perjuangan yang menyenangkan. Karena pada saat giliran aku berbicara, aku menjadi TAHU PERSIS, apa yang perlu aku bicarakan. Apa yang bisa menjadi solusi bagi teman-temanku tersayang. Tanpa harus menjadi sombong berada di awang-awang dengan aku menjadi topik utamanya. Semua menjadi pas. Tidak terlalu asin. tidak terlalu manis. Pas sesuai kebutuhan.</p>
<p>Dan yang terindah adalah ketika kita bisa menemukan solusi (bahkan mungkin menjadi solusinya, semoga) untuk siapapun yang kita ajak bicara. Kita menjadi lebih berarti, lebih bermakna.Dan rasanya lebih dahsyat ketimbang hanya menjadi topik utama.</p>
<p>Aku menjadi sadar, bahwa terlalu banyak berbicara tidak menjadikan kita orang yang paling baik. Tapi mendengar dengan ketulusan (ini perlu latihan guys, terutama buat aku <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) adalah lebih baik, karena kita membuat mereka yang menumpahkan uneg-unegnya menjadi lega. Kelegaan yang bisa juga membuahkan senyum, tawa, dan ketenangan hati. Dan bukankah jika hati kita tenang, maka kita menjadi lebih sehat?</p>
<p>Indah sekali, mendengar dengan hati.</p>
<p>Selamat mencoba dan bersiaplah merasakan berjuta manfaatnya ^_^</p>
<p>(tower, 10 April 2010, sambil &#8220;menurunkan&#8221; mie ayam makan malamku ^_^)</p>
<p>&#8212; sedikit bahan referensi &#8211;</p>
<p><em>Asmaul Husna &#8212; salah satu sifat Allah adalah Maha Mendengar (As Sami&#8217;)<br />
</em></p>
<p><em>The Magic of Thinking Big &#8211;&gt; orang yang sukses lebih banyak mendengar daripada berbicara</em></p>
<p><em>dan banyak inspirasi kisah sukses dari orang2 terdekatku dari perbuatan &#8220;mendengar&#8221; ^_^</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=51&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2010/04/10/mendengar-itu-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita untuk ibu</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/11/07/cerita-untuk-ibu/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/11/07/cerita-untuk-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 15:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Ibu&#8230; Hari Selasa yang lalu, aku mengajar bu. Sesuatu yang sudah begitu lama tidak aku lakukan. Mungkin yang terakhir sebelum itu adalah ketika aku hamil Lintang, mengajar gratis pemrograman ke teman-teman teknisi. iya bu, gratispun rasanya aku mau. Karena dari mengajar, seolah aku menemukan diriku. Aku jadi ingat bu, dulu ibu juga seorang guru. Sepertinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=46&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu&#8230; Hari Selasa yang lalu, aku mengajar bu. Sesuatu yang sudah begitu lama tidak aku lakukan. Mungkin yang terakhir sebelum itu adalah ketika aku hamil Lintang, mengajar gratis pemrograman ke teman-teman teknisi. iya bu, gratispun rasanya aku mau. Karena dari mengajar, seolah aku menemukan diriku. Aku jadi ingat bu, dulu ibu juga seorang guru. Sepertinya dari ibu aku mendapatkan keinginan untuk mengajar.</p>
<p>Aku mengajar di sekolah tinggi Bu&#8230;  muridnya bapak-bapak yang ditugaskan belajar pendidikan D4. Kurang lebih seumuran mbak ninik lah&#8230; Gak kebayang lho bu, bagaikan masuk sarang penyamun. Lha wong laki-laki semua je. Seru juga sih&#8230; Pengalaman pertama ngajar di sini. Sebenarnya ini tugas Kadivku bu. Beliau berbaik hati memberikan kesempatan kepada kami yang masih muda untuk mengajar. Dan dengan begitu mau ga mau aku jadi buka-buka buku, nanya  ke sana kemari.. Maklum, dosen dadakan&#8230; Kan malu Bu, kalo ga siap di depan mahasiswa, halah&#8230; Dan kabar baiknya adalah, kata pak kadiv caraku mengajar cukup oke.. Kecapnya nomor satu (kasian ya murid-muridku, podo kapusan kabeh <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Dan malam ini aku dinas sendirian di tower Bu.. Lagi-lagi kita sama ya.. Tidak banyak teknisi wanita yang dinas malam. Kita sebagian kecil yang termasuk ya Bu,hehehe&#8230; &#8220;Gak popo de, ndhisik ibu yo mlebu bengi. Sing penting dijogo kesehatane&#8230;&#8221; Iya bu,jangan khawatir. Tadi aku sudah minum sari kurma, makan mie ayam, nasi goreng,dan dopping teh tarik panas untuk mengalahkan dinginnya tower bandara.<br />
Aku jadi teringat lagi, dulu hobi banget nemenin ibu dinas malam. Sambil berlagak memakai headphone, berpura-pura menjadi ibu. Ibu begitu tekun menerima komplain, memberikan informasi, dan sesekali memberiku bonus dengan memutar nomor telpon teman-temanku. hehe&#8230; lucu sekali.<br />
Dan sekarang giliran lintang yang ketagihan nganterin bundanya kerja. bukan untuk belajar jadi operator telkom bu, tapi untuk mengamati pesawat datang dan pergi, kejar-kejaran sama kucing penunggu kantin, sampai memetik setiap jenis bunga yang tumbuh di taman tower. Cepat sekali waktu berlalu ya Bu&#8230;</p>
<p>Hmm&#8230; dan besok sudah hari Minggu lagi. Hari &#8220;kencan&#8221; kita biasanya ya Bu&#8230; Dan besok, aku ada acara arisan di rumah. tenang bu.. segalanya sudah  siap insya Allah. Aku ga masak kok bu, pesen semua&#8230; Belum pede masak dan yang jelas mboten sempet&#8230;hihihi&#8230; sudah dulu ya bu, aku mau kembali bekerja. Ada sistem yang menunggu di cek, dan ada modul yang harus kulengkapi. Tapi ndak usah khawatir ibu, doaku untuk ibu selalu&#8230;</p>
<p>Aku sayang ibu&#8230;Cup cup cup mmmuaahhh!!!!</p>
<p>(titip ibu ya Karim&#8230; sampaikan betapa aku begitu menyayanginya..)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=46&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/11/07/cerita-untuk-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berjuta tanya</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/07/24/berjuta_tanya/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/07/24/berjuta_tanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 10:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/2009/07/24/41/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu aku bertanya, mengapa ya mataku sipit? Seringkali teman-teman memperolokku karena mata sipitku Belakangan aku tahu, mata sipit itulah yang berhasil memikat hatinya, hati suamiku Dulu aku bingung, mengapa ya aku dapet topik skripsi yang njelimet? Nyaris tak dapat mengejar waktu wisuda bareng geng sekost-an Sekarang aku tahu, justru topik itu yang memikat dia, bos [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=41&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu aku bertanya, mengapa ya mataku sipit?<br />
Seringkali teman-teman memperolokku<br />
karena mata sipitku<br />
Belakangan aku tahu, mata sipit itulah<br />
yang berhasil memikat hatinya,<br />
hati suamiku</p>
<p>Dulu aku bingung, mengapa ya aku dapet topik skripsi yang njelimet?<br />
Nyaris tak dapat mengejar waktu wisuda bareng geng sekost-an<br />
Sekarang aku tahu, justru topik itu yang memikat dia, bos yang mewawancariku saat aku melamar kerja.</p>
<p>Dulu aku bingung<br />
Kok aku jadi anak tengah ya?<br />
Lebih sering memakai lungsuran (baju bekas)<br />
bahkan di hari pertama masuk sma-ku<br />
Sekarang aku tahu, bahwa itu membuatku lebih bisa menikmati bermacam suasana, berbagai kondisi<br />
meskipun tanpa barang-barang baru.</p>
<p>Dulu aku sering heran<br />
kok ibuku begitu &#8216;pelit&#8217; ya?<br />
ini itu harus dengan menyisihkan uang jajanku<br />
Nyaris tidak ada yang gratis kecuali di waktu-waktu tertentu<br />
Sekarang aku tahu, bagaimana jerih payah mereka menghidupiku<br />
Dan betapa nikmatnya merasakan hasil keringat sendiri</p>
<p>Dulu sering aku bertanya<br />
Mengapa aku begitu pemalu?<br />
Dan sekarang, ketika bisa kukalahkan rendah diriku<br />
semua begitu indah.. Berbicara atau tampil di depan orang-orang menjadi sebuah kenikmatan yang datang berulang-ulang tanpa perlu dicari</p>
<p>Dulu aku bertanya, kapan aku bisa berbahagia?<br />
Betapa masalah demi masalah selalu datang menghampiri<br />
Kini aku tahu, ketika bisa melewatinya<br />
di situlah hidupku lebih bermakna</p>
<p>Dulu aku bertanya,<br />
untuk apa aku hidup?<br />
untuk siapa kuhabiskan sisa umurku?<br />
Sekarang aku tahu,<br />
bahwasanya hidup ini muaranya hanya satu<br />
untuk berbuat yang terbaik demi Dia Yang Maha Indah<br />
Demi Dia yang tak pernah henti mengukir makna dalam setiap detik hidup kita</p>
<p>Sekarang aku berkata<br />
Betapa beruntungnya aku<br />
dengan setiap detik yang telah kutempuh<br />
bersama setiap orang yang ditakdirkan dekat denganku<br />
bersama siapapun yang pernah singgah dalam kehidupanku<br />
bersama rasa syukur yang kuingin selalu ada di sini, di jiwaku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=41&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/07/24/berjuta_tanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the word of ikhlas</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/the-word-of-ikhlas/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/the-word-of-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 06:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Ingatkan aku ya Allah&#8230; Bahwasanya ikhlas itu tanpa syarat&#8230; Bagai matahari yang terus menampakkan diri walau tanpa hirau dari tiap makhlukMu Ingatkan aku ya Rahman Bahwa ikhlas itu seterusnya Tidak terpengaruh musim tidak tergoyahkan angin tidak tergilas zaman Ingatkan aku ya Nur&#8230; bahwa ikhlas itu bagaikan cahaya menetapkan langkah di kala gundah menebarkan cinta dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=35&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingatkan aku ya Allah&#8230;</p>
<p>Bahwasanya ikhlas itu tanpa syarat&#8230;</p>
<p>Bagai matahari yang terus menampakkan diri</p>
<p>walau tanpa hirau dari tiap makhlukMu</p>
<p>Ingatkan aku ya Rahman</p>
<p>Bahwa ikhlas itu seterusnya</p>
<p>Tidak terpengaruh musim</p>
<p>tidak tergoyahkan angin</p>
<p>tidak tergilas zaman</p>
<p>Ingatkan aku ya Nur&#8230;</p>
<p>bahwa ikhlas itu bagaikan cahaya</p>
<p>menetapkan langkah di kala gundah</p>
<p>menebarkan cinta dan bukan amarah</p>
<p>Ikhlas&#8230; ikhlas&#8230; ikhlas&#8230;</p>
<p>tanamkan di hati, tetapkan untuk  dijalani</p>
<p>selalu. tanpa syarat.</p>
<p><em>tower, 4 juli 09. </em></p>
<p><em>baru diuji menjadi ikhlas&#8230; ^_^<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=35&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/the-word-of-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fun Bike</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/fun-bike/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/fun-bike/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 03:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Kalo dari tampilannya sih emang sepeda teman-temanku ini jauh lebih canggih dibanding sepeda merahnya mbak Is atau sepeda loreng macannya Bapak.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=31&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau bicara fun bike, aku jadi teringat sama mbak Is dan mbak Dewi. Hari Ahad adalah waktunya nge-goes keliling Salatiga.</p>
<p>Jadi inget juga sama Bapak, sepeda motif loreng-nya yang gahar seakan matching sama postur tubuhnya.</p>
<p>Hehehe&#8230; terus bagaimana dengan aku sendiri? Kayanya beberes rumah, nemenin ibu ke pasar, bantuin masak, atau belajar menari lebih menjadi pilihan. Cewek banget ya? Sebenernya karena aku kurang pe-de mengayuh sepeda. Kurang bisa membunuh rasa serem sama jalanan kota&#8230; jadi bukan karena cewek banget juga sih, hihihi&#8230;.</p>
<p>Terus terus&#8230; sekarang ini ketika di kantor sedang digalakkan olahraga bersepeda, di mana kadin sampe kabid turun di jalanan bandara, aku jadi tergoda juga&#8230; &#8220;Ayo Tyas&#8230; cobain nih sepedanya&#8230;, biar sehat&#8230; Enak kok, enteng&#8230;&#8221; Kalo dari tampilannya sih emang sepeda teman-temanku ini jauh lebih canggih dibanding sepeda merahnya mbak Is atau sepeda loreng macannya Bapak. Hmmm&#8230;. Saya ga inget nih pak sama naik sepeda&#8230; tar gimana dong kalo lupa&#8230; (maklum sepeda baru, bo&#8230; gresssss&#8230;.boleh minjem lagi!!!) Kalo lupa, tinggal ke C lagi aja, begitu kata temen-temenku&#8230; (Buat yang ga mudheng, ini merujuk lagunya &#8220;kuburan&#8221; itu loh&#8230; Lupa lupa inget&#8230; halah&#8230; ~_~)</p>
<p>Dengan semangat nekat, aku giring deh tuh sepeda baru&#8230; Gapapalah, punya pak Kadin ini, hihihi&#8230; Bismillah&#8230; sedikit plintutan di awal, terus bisa menguasai medan, kelilinglah aku di tower beberapa putaran dengan sepeda pinjaman&#8230; Yeah&#8230; yeah&#8230; Huhuiiii&#8230;. Tyas naik sepeda&#8230;..!!! Ayo ayo difoto&#8230;  kan jarang-jarang nih&#8230;  (mulai deh nggilani alias lebay&#8230;)</p>
<p>Bagiku, ini lumayan sensasional kawan-kawan, sepeda pinjaman itu justru bisa menaklukkan aku. Oooo&#8230; ternyata  asal tenang bisa juga ya goes sepeda&#8230; Pak, pak&#8230; Jumat besok saya pinjam yaa, boleh gak? Dan bosskupun mengiyakan, boleh-boleh&#8230; bergiliran ya sama teman-teman yang lain&#8230; Setiap jumat sore kalian naik sepeda muterin tower. Siapa tahu nemu recehan hahaha&#8230;</p>
<p>Dan sepeda milik berjamaah itu langsung disergap rame-rame, eh gak ding bergantian&#8230; Cuma, di antara mereka, aku aja yang paling semangat (jadi inget Lintang kalo habis dibeliin mainan&#8230;) ^_^</p>
<p>Makasih ya bos&#8230; jadi ikut merasakan indahnya bersepeda. (jadi kepikir mo beli satu euy, balapan sama Lintang ngiterin taman&#8230; )</p>
<p>Tower, 4 Juli 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=31&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/07/04/fun-bike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fun Praying</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/fun-praying/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/fun-praying/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 11:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Semua hal jika dilakukan dengan senang hati, hasilnya akan lebih baik. Bekerja, belajar, menyanyi, menulis, dan tentu saja berdoa. Setiap orang selalu hidup dengan harapan, keinginan, dan cita-cita. Menjadi sehat, menjadi sukses, memiliki anak-anak yang cerdas, membina rumah tangga yang harmonis. Masih kurang? Coba dengan ini: pulang dengan lancar, ga kena macet&#8230; Sampai di rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=25&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua hal jika dilakukan dengan senang hati, hasilnya akan lebih baik. Bekerja, belajar, menyanyi, menulis, dan tentu saja berdoa.</p>
<p>Setiap orang selalu hidup dengan harapan, keinginan, dan cita-cita. Menjadi sehat, menjadi sukses, memiliki anak-anak yang cerdas, membina rumah tangga yang harmonis. Masih kurang? Coba dengan ini: pulang dengan lancar, ga kena macet&#8230; Sampai di rumah bertemu dengan orang-orang yang disayangi, semua dalam keadaan baik&#8230; Atau mungkin, kelar project akhir bulan ini, bisa memenuhi janji target bahkan lebih cepat&#8230; Atau juga, bisa naik haji dalam keadaan sehat, bisa nyetir mobil, bisa menularkan ilmu yang dimiliki, bisa memasak nasi goreng yang paling wuenak sedunia&#8230; Hahaha&#8230; kayanya itu keinginan-keinginan terpendamku semua deh&#8230;</p>
<p>Semua orang bebas berkeinginan kan? Seringkali keinginan itu bisa segera terwujud. Ada kalanya juga keinginan-keinginan itu hanya sebatas impian saja, seolah gak ketebak kapan jadi kenyataannya. Apakah ada yang salah ya?</p>
<p>Manusia seperti kita yang serba terbatas ini dengan segala keinginan yang semakin hari semakin banyak saja&#8230; Kebutuhan-kebutuhan yang bermunculan silih berganti&#8230; Dulu&#8230; aku pengeeennn banget bisa lulus kuliah sebelum lima tahun. Akhirnya ketika beban mata kuliah habis, bingung ke sana-kemari mengejar topik tugas akhir. Dan berbagai judul datang dan pergi, mentok sana-mentok sini&#8230; Sampai akhirnya malah diterima kerja coop selama satu semester&#8230; dan akhirnya kelar juga kuliahku&#8230; selama&#8230;. LIMA TAHUN saudara&#8230; Menyesal? Sedih? Rasanya tidak perlu&#8230; karena selama itu pula aku memperoleh banyak sekali ilmu (terutama ilmu sabar <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Keinginan dan cita-cita kita, apapun itu semua adalah mungkin terwujud. Asalkan kita tahu bagaimana mewujudkannya dalam doa kita. Siapa sih yang ga pernah berdoa? Bukankah setiap sujud terakhir kita seringkali lebih lama dari sujud yang lain? Bukankah sebelum kita menutup mata setiap malam kita juga mengawali dengan doa? Setiap mau makan, setiap mau belajar, bahkan setiap mau pipis semua ada doanya kan? Tapi satu yang mungkin perlu dibahas lebih dalam, bagaimana kita berdoa? Apakah setiap kata yang kita gulirkan kita maknai? Apakah kita berdoa dengan hati yang senang dan muka berseri? Ataukah hanya keterburuan dan menggugurkan kewajiban saja?</p>
<p>Kembali ke kalimat pembuka, bahwa apapun jika dilakukan dengan senang dan nyaman, hasilnya akan lebih baik. Jauh lebih baik. Jika sepakat dengan ini, mari kita terapkan dalam doa kita. Berdoa dengan hati yang senang!!! Maka berdoalah dengan cara yang menyenangkan&#8230; Rangkailah kata-kata yang indah dan kita pahami sehingga kita berdoa seolah berkirim surat cinta pada kekasih hati, kepada yang paling kita sayangi, kepada yang paling dekat, dan paling kita percayai&#8230;</p>
<p>&#8220;Ya Allah&#8230;. Engkau yang Maha Lembut&#8230;. Engkau Yang begitu Pengasih dan Penyayang&#8230;</p>
<p>Jadikan siapapun yang berada di dekat hamba&#8230; senantiasa berlaku lemah lembut dan penuh kasih sayang&#8230;&#8221;</p>
<p>Lakukan dengan nyaman&#8230; Senyaman relaksasi pada akhir senam pagi&#8230; Tidak dengan terburu bagai mengejar bis yang nyaris berlalu&#8230;</p>
<p>Apapun doa kita&#8230; lantunkan dengan nyaman, untaikan dengan kata-kata indah, rangkai dengan nama-namaNya yang Agung&#8230; Dan percayakan waktu realisasinya hanya kepada Allah, yang Maha Pandai membuat rencana.</p>
<p>Seperti tertulis di buku Zona Ikhlas, doa yang kita panjatkan akan terwujud. Kapan? Hanya Allah yang tahu. Sama halnya kita memesan makanan di rumah makan yang sangat ramai, kita tinggal menunggu sampai makanan kita siap disajikan. Kita percaya bahwa makanan kita sooner or later akan datang. Begitulah berdoa. Harus percaya. Harus Ikhlas.</p>
<p>Hah??? Ikhlas?? Berdoa dan berkeinginan tapi harus ikhlas? Yup!!! Karena semakin kita ngotot, semakin kita napsu, semakin jauh mimpi terwujud&#8230; Pernah gak ngalamin? Ketika kita sudah mulai lupa dengan doa kita, tahu-tahu aja keinginan yang dulu pernah kita doakan terwujud begitu saja. Itu dia kuncinya&#8230; ikhlas&#8230; pasrah. Semakin ikhlas, semakin bersih hati, semakin dekat mimpi menjadi kenyataan.</p>
<p>Jadi teman-teman, mari berdoa dengan nyaman.. Mari berdoa dengan yakin.. dan mari ikhlaskan setiap doa yang kita panjatkan, kepada Allah yang tentu saja paling indah rencananya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat Mencoba <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>jeng Tyas, sekalian mengingatkan diri sendiri</p>
<p>16 Mei 2009, ba&#8217;da Magrib</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=25&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/fun-praying/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be a good listener</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/be-a-good-listener/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/be-a-good-listener/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 11:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Mendengar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Menunggu resep obat selesai diracik, aku duduk manis sambil membaca koran di depan apotek. Sore ini pasien rumah sakit yang kudatangi tidak begitu banyak, hanya saja resep racikan itu yang membuatku harus sedikit bersabar. Kubalik-balik koran, sembari menengok ke layar monitor di depanku, melihat nomor resep yang siap untuk diambil&#8230; Dan ternyata lagi-lagi bukan nomorku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=26&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menunggu resep obat selesai diracik, aku duduk manis sambil membaca koran di depan apotek. Sore ini pasien rumah sakit yang kudatangi tidak begitu banyak, hanya saja resep racikan itu yang membuatku harus sedikit bersabar. Kubalik-balik koran, sembari menengok ke layar monitor di depanku, melihat nomor resep yang siap untuk diambil&#8230; Dan ternyata lagi-lagi bukan nomorku.</p>
<p>&#8220;Mah mah&#8230; itu nomor kita bukan ya? kata anak kecil yang duduk tepat di depanku. Nomor yang terpampang adalah 3208, dan mamanya sambil terus membaca koran di tangannya dengan acuh tak acuh mengatakan&#8230; baca dong yang di tangan kamu nomor berapa, sama gak?<br />
Si anak membaca dengan suara lantang&#8230; &#8221; tiga dua satu dua. Sama gak ma? &#8221; Si mama hanya meneruskan bacaannya. Nomor berikutnya yang tampil di layar.. dan si anak lagi-lagi bertanya. Nomor berikutnya pun bukan nomor yang sama dengan yang ada di tangannya. Lagi-lagi sang mama hanya menjawab sekenanya.</p>
<p>Dalam hati aku merasa kasihan kepada si kecil itu. Maklum&#8230; aku terbiasa protes manakala ada lawan bicara yang dengan ogah-ogahan mendengar perkataanku. Aku juga yang dengan mati-matian belajar untuk mendengar setiap lawan bicara. Dan kuakui itu bukan perkara yang mudah. Didengarkan ternyata jauh lebih menyenangkan daripada mendengarkan, terlebih lagi kalau ceritanya sama sekali tidak menarik minat kita.</p>
<p>Perlu membunuh dominasi, membekukan ego, menajamkan hati untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Dan jika sudah mampu menjadi pendengar yang baik, sepertinya semua cerita bisa indah adanya&#8230; Apalagi jika kita bayangkan diri kita berada di posisi si empunya cerita.</p>
<p>Adik kecilku yang lucu&#8230; Masih kecil sudah mengalami rasanya tidak didengar. Semoga dia menjadi anak yang kuat. Menjadi anak yang mau berempati, dan mendengarkan setiap cerita yang mengalir ke telinganya kelak. Amien..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=26&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/06/18/be-a-good-listener/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelangi di kantorku&#8230;.</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/03/07/pelangi-di-kantorku/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/03/07/pelangi-di-kantorku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 03:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini memang berwarna-warni. Seperti pelangi, ada biru merah kuning hijau biru&#8230; eh kok birunya dua kali&#8230; Sedikit bercerita&#8230; Di kantorku lagi heboh dengan penghapusan bis jemputan. Nyambung ga yaaa dengan pelangi&#8230; hihihi&#8230; Kami sebagai teknisi yang bekerja shift dan harus tepat waktu setiap hari. Pekerjaan yang kurang lebih memantau operasional bandara, dari hulu sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=20&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup ini memang berwarna-warni. Seperti pelangi, ada biru merah kuning hijau biru&#8230; eh kok birunya dua kali&#8230;</p>
<p>Sedikit bercerita&#8230; Di kantorku lagi heboh dengan penghapusan bis jemputan. Nyambung ga yaaa dengan pelangi&#8230; hihihi&#8230; Kami sebagai teknisi yang bekerja shift dan harus tepat waktu setiap hari. Pekerjaan yang kurang lebih memantau operasional bandara, dari hulu sampai hilir. Dari yang di darat sampe yang di langit. Dari pesawat take-off sampai landing. Dari ngurus parking stand sampai kamera bandara. Dari ngurus AC yang mati sampai supply listrik. Dari ini sampai itu. Dari itu sampai ini. Buanyak yaaaaaa&#8230;.</p>
<p>Nah&#8230; kami sebagai karyawan BUMN pengelola bandara ini, dengan hati yang harus ikhlas&#8230; (iya harus ikhlas&#8230; kan habis baca Quantum Ikhlas bow&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) menerima kenyataan bahwa bis jemputan operasional di-delete, di-cut, dan di-erase. Hiks&#8230; tapi mboten pareng bersedih&#8230; Meskipun sedikit nyesek&#8230; (ingat tyas&#8230; ikhlas ikhlas&#8230; Gusti Allah mengizinkan semua ini&#8230;). </p>
<p>Memikirkan side, front, dan back effect dari penghapusan jemputan operasional kami. So pasti ada yang seneng, ada yang kurang seneng&#8230; Karena yang pasti uang transport kami akan dibagikan penuh, tanpa potongan untuk patungan bayar big bird. Wah&#8230; bisa nyicil motor nih&#8230; begitu kata temenku yg rumahnya deket. Wah.. bisa nyicil mobil nih&#8230; gitu juga komentar temen yg lain&#8230; Bahkan &#8221; Wah&#8230; bisa nyicil rumah nih&#8230;&#8221;. Asyik banget yaa. Alhamdulillah&#8230;. banyak yang bertambah makmur&#8230; bertambah subur&#8230; seperti suburnya bumi Indonesia ini.</p>
<p>Dan kami yang jarak tempuh kategori jauh. Berlapang dada dengan mencari alternatif jemputan swadaya&#8230; Berbagai nama provider armada pun dilontarkan, big bird, xtrans, sampai patungan rame-rame beli mobil&#8230; Hehehe.. seru abisss&#8230; Dan patungan yang harus dikeluarkan otomatis bertambah dari potongan uang transport. Ga ada subsidi gitu loh&#8230;. Dan bernafas lega karena masih bisa ikutan jemputan swadaya&#8230; Thanks to Pak Ngkos yang ngurusin cari-cari armada, yang rajin ikut rapat dengan serikat pekerja, yang rela meluangkan waktunya demi lobi-lobi ke manajemen. Dan sekarang waktunya bertawakal teman-teman semua&#8230; No jemputan, but still working on time. Bisakah kita?</p>
<p>Terlepas dari adil atau tidaknya perusahaan (namanya juga perusahaan&#8230; mana ada yang sempurna..).  Jadi nambah lagi pelajaran, ga boleh berharap sama manusia, apalagi perusahaan. They are not so perfect.. Berharap hanya sama Gusti Allah saja, dan kita tak akan pernah kecewa. Ga ada bis jemputan nih ya Allah&#8230; Hanya atas izinMu saja, maka bantu kami melalui ini semua&#8230; Mungkin begitu singkatnya. Dan mak nyessss&#8230; jadi reda segala kekhawatiran ini&#8230;</p>
<p>Warna apa ya jadinya yang mewarnai pelangi romansa kerja (haduh&#8230; rada dangdut ya kata2nya) ? Merah kuning biru dan kelabunya&#8230; Semua akan memperkaya dan memperindah pelangi itu sendiri. Semoga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Jeng Tyas, Sabtu di tower.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=20&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/03/07/pelangi-di-kantorku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas is all around</title>
		<link>http://inityas.wordpress.com/2009/02/14/ikhlas-is-all-around/</link>
		<comments>http://inityas.wordpress.com/2009/02/14/ikhlas-is-all-around/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 08:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inityas</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Erbe]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[keren]]></category>
		<category><![CDATA[positive feeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inityas.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar November 2008, di kamar mandi tower. Halo mbak Tyas&#8230; Aku berpapasan dengan temanku, seorang ATC yang seumuran dengan aku. Apa kabar mbak? Begitu sapaku. Bukan basa-basi sama sekali, karena meskipun sama-sama di tower intensitas pertemuan dalam sebulan bisa dihitung dengan jari. Baik mbak&#8230; cuma ya&#8230; rada sedikit pusing aja.. Lagi abis ada masalah nih&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=8&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="western" style="margin-bottom:0;"><strong>Sekitar November 2008, di kamar mandi tower.</strong></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Halo mbak Tyas&#8230; Aku berpapasan dengan temanku, seorang ATC yang seumuran dengan aku. Apa kabar mbak? Begitu sapaku. Bukan basa-basi sama sekali, karena meskipun sama-sama di tower intensitas pertemuan dalam sebulan bisa dihitung dengan jari. Baik mbak&#8230; cuma ya&#8230; rada sedikit pusing aja.. Lagi abis ada masalah nih&#8230;</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Mbak Rara, sebut saja begitu.. Dia baru saja berurusan dengan perceraian. Pindah cabang sampai dilakoninya, demi menjauh dari mantan suami. Dari mukanya tampak tersimpan rasa letih. Kebayang sih, siapa juga yang mau bercerai&#8230; Pindah kerja thok aja udah menyita energi, ini lagi pindah kerja sebagai buntut perceraian. So pasti kebayang&#8230;</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Gimana ya mbak biar hidup itu berasa enak?? Mbak Rara bertanya, sambil mematikan keran washtafel. Hmmmm&#8230; biar enak ya harus ikhlas mbak&#8230; Begitu jawabku sembari membenahi jilbabku. Kan semua terjadi hanya seizin Allah to? Kalau kita ikhlas ya pasti enak&#8230; Karena Allah itu gak bakalan salah memberi apapun. Ya cobaan, ya rizki, ya jodoh, ya musibah, pokoke apapun. Ga pernah ketuker mbak&#8230; Selalu ada hikmahnya.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Kalau berasa ga enak hati, ya minta to sama Gusti Allah, lha doski yang punya segalanya je. Yakin bahwa Allah itu Maha menyayangi kita, mengabulkan doa-doa kita, mendengar keluh kesah kita. Gusti Allah saja yang ga pernah komplain kita curhati 24 jam sehari 7 hari seminggu. Resto Mc D juga kalah&#8230; Nah kalo dah gitu ya kita tinggal berserah diri&#8230; Pasti wenak&#8230;</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">O&#8230; gitu ya? Terus gimana dong caranya?</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Hmmm&#8230; aku abis baca Quantum Ikhlas mbak, kayanya kok pas buat dibaca sama mbak. Besok deh kubawain. Kapan dines lagi?&#8230; Dan akhirnya kita berdua kencan untuk pinjem-pinjeman buku.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Seminggu kemudian</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Mbak Tyas!!!! Mbak Rara semangat banget duduk di sebelah kiriku. Nih bukunya, bagus banget lho mbak!!! Ternyata senang susah semua itu tergantung kita sendiri yaa. Makasih lho mbak&#8230;  Bukuku kuterima dengan senang hati. Senang karena ada yang baru merasakan manfaatnya. Semoga&#8230;.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;"><strong>Desember 2008, Di bis jemputan.</strong></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Halo?!!! Agus!!! Agus??? Eh bukan gitu ding, Halo&#8230; Dik, lagi ning endi? Suara mbakyuku tersayang memecah mimpi yang hampir saja kurajut. Brrrr&#8230; dengan sempoyongan kudengarkan suaranya. Mataku masih berat, seberat pintu rack strip printer di ruang kontrol ATC. Wes ewes ewes.. nyil unyil usrok, wul ketiwul tiwul&#8230; Kalimat mengucur deras dari mbak Is. Aku sampai gelagepan menjawab. Tapi syukurlah memang pernyataan2 mbak Is ga butuh banyak jawaban. ¨öh gitu yaaa&#8230; ¨ Mosok sih? Alhamdulillah&#8230; Syukur deh!!! ¨ &#8211; itu jawaban-jawaban pendek dari derasnya cerita mbak Is. Hmmmm&#8230;. Ada apa gerangan? beberapa hari yang lalu kukirim buku ijo favoritku, semoga bisa menjadi bacaan yang mencerahkan. Di tengah-tengah banyak masalah yang dicurhatkan oleh mbakyuku semoga bisa menjadi penyejuk.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Dan hasilnya&#8230;. tepat seperti yang diharapkan&#8230; Semua berbalik begitu sempurna, begitu menyenangkan. Dan rasa-rasanya aku rela mengorbankan jam tidurku di bis jemputan demi mendengar cerita serupa <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;"><strong>Juli 2008</strong></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Bu, tempat bekalnya yang tupperware di mana? Mbak Atik – my lovely nanny  bertanya, karena biasanya sepulang kantor tempat bekalku yang kosong sudah bertengger di tempat cucian piring dengan manisnya. Wah&#8230; keri mbak ning kantor, sesuk tak golekane (ketinggalan di kantor mbak, besok kucari deh). Dan besoknya pun aku gagal menemukan tempat bekalku yang lumayan baru dan trendi itu. Ga ono mbak&#8230; ada yang bantuin nyimpen kayanya hihihi&#8230; Aku lapor ke mbak Atik sambil terkikik&#8230; Namanya pelupa ya ikhlasin aja. Berarti emang belum rejeki.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Lah bu&#8230; kan itu masih baru.. Terus ibu kalo dines malem bawa bekalnya ditaruh mana? Udah deh mbak&#8230; gapapa, tenang aja. Lha udah ilang kok&#8230;</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Besok paginya,</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Bu Wisnu&#8230; ini aku bingung mau kadoin apa ya buat Langit&#8230; Popok sama perkap baby pasti bisa nglungsur mbaknya toh? Jadi ya udah aku beliin ini aja, bisa buat ibunya malah&#8230; Bude Agus, tetangga depan rumah memberikan bungkusan ungu. Dia belum pulang pun aku dah berujar dalam hai, subhanalloh&#8230; Ini kan bekal makan kaya yang kupunya, yang ilang kemaren itu to? Ealah&#8230; baru semalem diomongin kok dah langsung diganti. Persis!!!!</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;"><strong>Oktober pertengahan, 2008</strong></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Aku dan suami berangkat ke Siloam Hospital Cikarang. Di mobil dengan berapi-api kuceritakan apa yang kubaca di buku Quantum Ikhlas&#8230; Dan sebenarnya bojoku yang ciamik itu sudah lebih dulu berpositif feeling, seperti yg di buku Quantum Ikhlas tanpa disadarinya. Wah&#8230; beruntung sekali aku punya suami sekeren Mas Wisnu (sori&#8230; bukan narsis lho, cuma bersyukur aja&#8230;). Hari itu kita berniat nengok baby boy mbak Evi, dede-nya Rayya.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Habis nengok baby, kita rasanya lemes alias laper.. Mungkin saking semangatnya berbagi pengalaman punya baby sama tante Evi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hmmm&#8230;. dimana-mana bayi emang bikin gemes ya.. Ayuk mampir beli mie ayam mas, aku usul ke mas Wisnu sepulang menengok. Itu di pujasera aja, kan deket&#8230; Demi melihat muka mas Wisnu yang semburat laper, kasian juga. Timbang ntar pulangnya buru-buru dan ga konsen nyetirnya.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Tidak jauh dari penjual mie ayam, ada yang jual majalah. Hmmm&#8230; boleh nih liat-liat dulu. Apalagi ada tabloid yang menarik sapi eh.. hatiku. Mas-mas tolong dong ambilin tabloidnya.. Walah&#8230; yang jual lagi sibuk. Ayuk dek, dah ga tahan nih&#8230; Begitu kata mas Wisnu. Hm&#8230; padahal pengen banget baca tabloid, tapi semburat laper di muka mas Wisnu semakin menyala tuh. Kasian juga. Ya udah deh mas, maem dulu yuk.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Sesampai di meja tukang mie ayam, ada tabloid yang sama persis dengan tabloid yang tadi pengen kubeli.  Mas Wisnu terkekeh&#8230; Hehehe&#8230; Quantum ikhlas ni yeeee, begitu selorohnya. Aku pun tersipu sambil ngeces, Ngeces pengen baca tabloid, sekaligus ngeces bayangin mie ayamnya. Langsung deh kusamber tabloidnya&#8230;. Akhirnya kita makan mie ayam dan baca tabloid&#8211; gratis bo&#8230; boleh pinjem dari mas tukang mie, ga usah beli.  Hahaha&#8230; keren ya?</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;"><strong>Februari, 2009</strong></p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Ini waktu aku menulis tulisan ini. Hehehe&#8230; kejadian apa yang keren lagi ya? Mbak Atik pulang kampung, untuk yang kesekian kali. Rada ribet musti tuker2 jadwal dinas. Tapi ya apa boleh buat&#8230; wong memang lagi ada perlunya. Aku berharap semoga lancar urusannya dan cepet balik lagi. Akibat tuker2 jadwal, aku musti kerja longshift hari Senin dan Selasa, kebayang&#8230; Semoga my body strong enough. Ehhh&#8230; ternyata ada training dadakan di kantor pas hari itu, dan masih ada ruang untuk aku ikutan. Jadinya dapet ilmu baru dan so pasti dapet uang saku&#8230; Alhamdulillah&#8230; bisa buat beli beras dan mainannya Lintang (dasar ibu-ibu&#8230;. ga jauh2 dari dapur <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Terus&#8230; apalagi ya? Wah&#8230; begitu banyak kejadian yang keren-keren tapi tak tertulis di sini&#8230; Bukan cuma aku lho yang mengalami yang keren-keren&#8230; mereka yang lain juga.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Begitu banyak hikmah dari setiap peristiwa. Begitu banyak keajaiban menanti kita, asalkan ikhlas dan percaya. Percaya sama siapa? Sama Allah Yang Maha Keren tentu saja.  Betapa memang seperti ditulis di buku Quantum Ikhlas, tombol bahagia selalu ada di sana, dalam hati kita, dan siap dipencet kapan saja. Wow&#8230; Cool!!!!</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Teman-teman pembaca yang budiman&#8230; maafkan aku yaaa.. Bukan pengen berbangga, cuma berbagi kebahagiaan saja. Bahwasanya ikhlas itu ujung2nya ya itu tadi, bahagia. Apakah aku termasuk yang selalu ikhlas? Waaaahhhh&#8230;. amien amien&#8230; Tapi sejatinya (sejati? &#8211;&gt; kaya nama rokok ya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) aku juga masih dalam tahap belajar&#8230; Masih harus diingatkan (ayo ayo saling mengingatkan). Namanya juga manusia, ya kan? Harapanku adalah, supaya semua yang membaca tulisanku ini menjadi terinspirasi dan percaya, bahwa ikhlas itu menyenangkan. Banyak yang bilang ikhlas itu tidak mudah. Mungkin iya, tapi yang jelas sangat MENYENANGKAN.</p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">Percaya deh&#8230; mau ya? Harus lah pokoknya, rugi kalo ga ikhlas&#8230; (maksa dot com). Panduan singkat tentang bagaimana menjadi ikhlas, monggo dibaca di buku Quantum Ikhlas, The Power of Positive Feeling. Terima kasih Mas Erbe Sentanu, semoga Allah mencurahkan berkah dan kebahagiaannya ke mas Erbe, yang sudah bagi-bagi ilmu ikhlasnya. Buat teman-teman yang lain, selamat mencoba <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;">
<p class="western" style="margin-bottom:0;"><em>jeng Tee</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inityas.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inityas.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inityas.wordpress.com&amp;blog=3455510&amp;post=8&amp;subd=inityas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inityas.wordpress.com/2009/02/14/ikhlas-is-all-around/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f82bdcc1837ca6c5d7a1263cc1c56feb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">inityas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
